Ini Langkah PDIP Perjuangkan Kemerdekaan Palestina


BERITAHARIAN24  Jakarta - PDIP menginisiasi kerja sama antarpalemen (joint committee) untuk bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kerja sama antara DPR RI dan parlemen Palestina ini nantinya akan menggalang kekuatan dari parlemen negara lain yang menolak penjajahan Israel atas negara tersebut.

Inisiasi tersebut disampaikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto usai bertemu Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun, di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat.

Hadir menemani Hasto, Ketua DPP Bidang Luar Negeri Andreas Pareira, Ketua DPP Bidang Bappilu Bambang DH, Ketua DPP Bidang Keagamaan yang juga Ketum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Hamka Haq, dan Sekum Bamusi Nasyirul Falah Amru.

Hasto mengatakan, kerja sama antarparlemen ini merupakan saluran baru untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang selama ini hanya hanya mengandalkan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Kerja sama joint committee ini juga antara parlemen negara lain khususnya Asia dan Afrika," kata Hasto.

Selain kerja sama antarparlemen, PDIP juga mengusulkan kerja sama antarpolitisi dua bangsa, yakni dalam bentuk pelatihan bersama.

"Itu hal positif mengingat sebagai parpol PDI Perjuangan terus berproses menyiapkan pemimpin yang memiliki wawasan internasional dan tugas-tugas yang telah dirintis bangsa Indonesia dalam diplomasi internasional Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok yang berjuang demi kebangkitan kemerdekaan Palestina dengan ibu  kota Yerusalem," kata Hasto.




Hasto menambahkan, kantor DPP PDIP dan Kedubes Palestina yang kebetulan bertetangga di Jl Diponegoro, Menteng, adalah rumah bagi rakyat Indonesia.

"Kantor PDI Perjuangan juga jadi rumah bersama untuk bersama memperjuangkan hal yang sangat fundamental bagi sebuah bangsa, yaitu kedaulatan politik untuk merdeka yang sejati-sejatinya," tutur Hasto.

Dia menambahkan, perjuangan partai untuk terus membantu memerdekakan Palestina dilandasi prinsip bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, bukan hal lain. Prinsip ini pernah ditegaskan Bung Karno dan pemimpin dunia lain dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955.

"Sebagaimana diketahui pada 1962 Bung Karno juga mengingatkan bahwa sepanjang kemerdekaan Palestina belum diperoleh, maka selama itu pula Indonesia berjuang menentang pendudukan Israel," pungkas Hasto.

No comments:

Powered by Blogger.