Gatot dan Cak Imin Bersaing Jadi Cawapres 2019



BERITAHARIAN24    - Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, bersaing menjadi kandidat Wakil Presiden atau Cawapres 2019.

Hasil ini muncul dalam penelitian dari Alvara Research Center, yang merilis hasil surveinya sepanjang 20 April-9 Mei 2018, yang salah satunya memuat tentang elektabiltas calon Wakil Presiden 2019.

Direktur eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, nama Gatot meraih posisi teratas dengan raihan 19,6%. Kemudian ada nama AHY di bawahnya meraih sebesar 15,7% dan Jusuf Kalla 11,6%.

"Nama Anies Baswedan meraih 9,6%, menyusul Cak Imin 7,8%, kemudian Susi Pudjiastuti 5,8%. Ada nama Mahfud MD 5,2%, Hary Tanoesoedibjo 4,4%, Ridwan Kamil 3,6%, Zainul Majdi 2,7%, Sri Mulyani 1,7%. Sedangkan calon lain 6%, dan memilih tidak tahu 6,3%," papar Ali di Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Sementara itu, masih kata dia, ada 3 nama yang saling bersaing kuat menjadi cawapres bagi Joko Widodo atau Jokowi. Mereka adalah Gatot, AHY dan Cak Imin.

"Sebanyak 62,6% yang setuju dengan Gatot sebagai cawapres Jokowi dan sisanya tidak. Kemudian AHY 53,3%, dan Cak Imin 53%," jelas Ali.

Sementara itu, ada tiga nama yang kuat menjadi cawapres Prabowo, yaitu Anies, Gatot, dan Cak imin.

"Anies mendapatkan 59,9% yang setuju sebagai cawapres Prabowo. Kemudian Gatot 56,8%, dan Cak Imin 54,1%," tutur Ali.

Tokoh Muda dan Agamis

Dalam penelitian Alvara juga memuat AHY sebagai tokoh muda yang dikenal oleh masyarakat. Sebanyak 29,5% responden menyatakan hal ini.

"Dikenal sebagai putra SBY 27,6%, tegas 11,6%, berwibawa 10,6%, dari kalangan militer 7,5%. Cerdas dan ganteng berbagi angka sama 5,9%, Demokrat 4%, kharismatik 2,5%, dan gagah 2,2%," jelas Ali.

Kemudian, lanjut dia, Anies masih dikenal sebagai Gubernur DKI sebesar 25,6%, cerdas 17,1%, tokoh agamis 15,9%. Juga diketahui sebagai tokoh merakyat 10,4%, berwibawa dan 9,1%, tegas 7,9%, kharismatik 6,7%, murah senyum atau ramah 4,3%, dan tokoh muda 3%.

Untuk Cak Imin sendiri, masih kata Ali, dikenal sebagai tokoh dari kalangan santri sebesar 31,3%, NU 14,6%. Dikenal sebagai orang dari PKB 14,6%.

"Tokoh muda dan agamis 10,4%, tegas, cerdas, sederhana, dan kharismatik 4,2%, serta tokoh yang merakyat sebesar 2,1%," kata Ali.

Sementara, Gatot dikenal sebagai tokoh yang tegas 43,5%, sedangkan dari kalangan militer sebanyak 25,3%. Yang menilainya sebagai sosok berwibawa 13%, Panglima TNI 12,3%, mantan Panglima 8,4%, dispilin 5,2%, gagah 4,5%, Jenderal 3,9%, kharismatik 3,2%, dan agamis 3,2%.

Melihat hasil tersebut, Ali mengatakan, nama Gatot dan Cak Imin selalu masuk.

"Dengan demikian posisi Gatot Nurmantyo dan Cak Imin memiliki posisi yang strategis sebagai game changer yang akan menentukan konfigurasi pasangan kandidat capres-cawapres nanti," pungkas dia.

Survei ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka, yang menggunakan teknik multi-stage random sampling. Dengan 1.202 responden di seluruh Indonesia dan margin of error mencapai 3,10%.

No comments:

Powered by Blogger.