Pasokan Telat 2 Jam, Harga Bawang di Jakarta Langsung Naik



BERITAHARIAN24 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta Pemerintah Brebes untuk memasok ketersediaan bawang merah ke Jakarta minimal 120 ton perhari.

Dengan ketersediaan bawang merah sebanyak itu, akan menstabilkan harga bawang di Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mematahkan mitos kalau harga bawang Brebes selalu naik kalau Ramadan hingga Idul Fitri.

"Saya akan mematahkan mitos, kalau Ramadan hingga Idul Fitri pasti harga bawang di Jakarta naik, saya akan patahkan itu," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat kunjungan kerja ke Brebes, di Pendopo Bupati Brebes.

Menurutnya, perhatian Pemprov DKI terhadap pedagang dan pembeli tidak hanya penanganan banjir dan kemacetan, tetapi juga mengenai stabilitas harga bahan pokok, termasuk di antaranya melihat kepastian pasokan bawang merah di Brebes.

Jakarta, kata Sandi, membutuhkan pasokan bawang sebanyak 120 ton perhari atau 360 ribu ton perbulan.

"Kalau pasokan bawang dari Brebes terlambat datang selama 2 jam saja, maka harga bawang di Jakarta akan naik berkisar 10 persen," kata dia.

Untuk itu, pihaknya memastikan pasokan bawang ke Jakarta stabil. Pemprov, lanjut dia, juga akan menjajagi kontrak pangan, dalam artian saling mengisi ketersediaan pasokan pangan dengan pemkab Brebes.

Apalagi, jarak antara Jakarta dan Brebes transportasinya sudah lancar hanya membutuhkan waktu kurang dari 4 jam. Sehingga tidak terjadi fluktuasi harga dengan tata niaga yang dibangun lebih baik.

Sandi pun meminta dua BUMD milik Pemprov DKI itu untuk mengelola komoditi bawang merah dari Brebes yang akan dipasarkan di Jakarta. Di antaranya, PD Pasar Jaya dan Food Station diminta ikut membantu stabilitas harga dan kelancaran distribusi barang dan jasa bawang merah.

"Dengan sinergi Food Station dan PD Pasar Jaya diharapkan bawang merah dari Brebes sampai di Jakarta itu harganya tidak bergejolak, agar tetap terkendali," jelasnya.

Saat ini, kebutuhan bawang merah di Ibukota sebanyak 120 ton perhari. Namun, Pemprov DKI hanya memiliki gudang dengan kapasitas 60 ton.

Gudang modern itu bisa menyimpan bawang merah selama enam bulan.

Berharap Pasokan Lancar

Karena memiliki gudang dengan kapasitas lebih sedikit dibandingkan kebutuhan pasar, pihaknya mengharapkan agar proses distribusi dari Brebes ke Jakarta lancar.

Meskipun demikian, ia mengatakan akan menambah gudang penyimpanan (storage) bawang merah. Gudang penyimpanan itu untuk menjaga agar pasokan aman.

Sandi menyatakan, akan memberikan tambahan modal untuk Pasar Jaya dan Food Station dalam mengelola komoditi bawang merah ini. "Berapa besarnya nanti sedang dibicarakan lebih lanjut," katanya.

Bawang merah asal Brebes, kata dia, ada sekitar 80-90 persen yang beredar di pasar Jakarta. Sandi mengatakan Pemprov DKI akan membuka lahan bawang merah di Brebes.

"Nantinya kami akan membuka lahan. Supaya kami tidak hanya mengambil saja dari Brebes. Tentunya kami bersinergi memperdayakan petani di sini. Petani sejahtera, harga bawang di Jakarta juga tidak mahal," ungkapnya.

No comments:

Powered by Blogger.