Ramadan Jadi Ajang Silaturahmi Jelang Pilkada dan Pilpres



BERITAHARIAN24  - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengajak Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla serta penyelenggara negara dapat memperkuat kerja sama. Terutama pada Ramadan ini.

Pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut mengingatkan, Ramadan merupakan momentum untuk saling bersilaturahim demi persatuan bangsa. Yang harus dibangun, sambung dia, adalah sikap saling menguatkan dalam menjalankan tugas masing-masing.

"Bagi DPR, tentu sebagai lembaga perwakilan rakyat harus senantiasa menjalankan fungsi check and balances antarcabang kekuasaan negara sesuai koridor UUD 1945. Semuanya dalam kerangka membangun negara yang kita cintai ke arah yang lebih baik," kata Bamsoet dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta.

Ketua DPRmengingatkan, usai Ramadan, Indonesia akan menghadapi pilkada serentak pada 27 Juni 2018 mendatang. Selain itu, tahun ini merupakan momen persiapan menghadapi Pemilu 2019.

Oleh karena itu, sambung dia, Ramadan kali ini harus dijadikan momentum untuk selalu menjalin silaturahim antarsesama anak bangsa, khususnya para elite politik.

"Elite politik harus memberikan contoh bagaimana menjalankan toleransi dalam kehidupan. Kita memang berbeda dalam banyak hal, namun tetap bersatu dalam kebersamaan. Ramadan harus menjadi spirit bersatu padu tetapi tidak menghilangkan keanekaan," terang Bamsoet.

Kemudian, Bamsoet juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ia yakin masalah intoleransi bisa teratasi.

"Sebab adalah sebuah keniscayaan adanya perbedaan diantara kita baik dari suku, ras, golongan, agama, dan bahkan pilihan politik. Tetapi kesemuanya itu harus dikelola untuk kemaslahatan umat dan rakyat Indonesia," tutur Ketua DPR.

Peluangkan Tingkatkan Kualitas Diri

Dia berharap Ramadan memberikan kesempatan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas diri serta menjaga persatuan bangsa. Sepatutnya semua pihak menyadari bahwa bila perpecahan terjadi, akan membuat bangsa lemah tak berdaya.

"Marilah di bulan suci Ramadan ini kita reflesikan sebagai panggilan kepada semua anak bangsa untuk kembali menyatukan hati dan tindakan. Untuk selalu mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan kita sendiri," tandas Bamsoet.

Acara buka puasa ini turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla serta sejumlah menteri Kabinet Kerja. Antara lain Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Hadir juga para pimpinan lembaga negara seperti Ketua BPK Moermahadi, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua Komisi Yudisial Aidul Azhari, Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan dan Kepala PPATK KA Badaruddin.

Sejumlah tokoh nasional juga hadir seperti Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Ketua Umum Kadin Roesan Roeslani.

No comments:

Powered by Blogger.