Hadiri Open House, Relawan Solmet Jokowi Rogoh Kocek Sendiri



BERITAHARIAN24 - Acara Open House Idul Fitri Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jumat 15 Juni 2018, berlangsung meriah. Ribuan warga dari kalangan biasa hingga pejabat hadir di acara tersebut. Tak ketinggalan, ratusan relawan pendukung Jokowi juga hadir di acara tersebut.

Ketua Umum Relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet) Jokowi, Silfester Matutina menyatakan, pihaknya mengajak ratusan relawan Solmet Jokowi ikut open house tersebut. Para relawan tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Manado, Surabaya, Medan, Banten dan Jakarta. Bahkan ada juga relawan Solmet dari Malaysia, Selandia Baru dan Suriname.

Mengenakan seragam khas Solmet Jokowi, Kotak Kotak Merah Putih, relawan Solmet Jokowi tampak sangat mencolok di antara warga lain yang antre.

"Mereka sangat antusias silaturahmi dan berfoto dengan presiden dan Ibu Negara," ujar Silfester, Jakarta.

Silfester hadir di acara tersebut didampingi Bendahara Umum Solmet Budi Priyanto dan Pengurus Nasional Solmet lainnya, Jane Amalia Wijaya, Ismawati Achmad, Mayritha Pasaribu, Vissia Indrwati, Yan Kawilarang, Ganjar Pranowo Sophie Warbung, Winner Destaman H dan Robert Tan Lakadi.

Silfester menegaskan kehadiran relawan atas biaya sendiri. "Semua datang dengan biaya sendiri. Sebagai relawan Jokowi, semua operasional hasil swadaya dan patungan kami sendiri," ujarnya.

Ketua Solmet DPD Kabupaten Dairi Ojak Situngkir menyatakan, dirinya datang langsung dari Dairi demi bisa menghadiri open house ini.

"Saya naik bis dari Dairi sambung pesawat dari Medan. Tiba di Jakarta langsung naik bis dan nginap di Bogor agar bisa sampai di sini pagi," ujar Ojak Situngkir.

Ojak datang bersama rekan-rekannya dari Sumatera yakni Ketua DPD Kabupaten Samosir Ricardo Simbolon dan Sekretaris Solmet DPW Sulut Jon Viano Manaroinsong,

Tidak sia-sia, Ricardo akhirnya bisa bersalaman dan berfoto bersama Jokowi dan Iriana.

"Kami bangga Pak Jokowi juga menerima kami bersama tukang becak, penyandang cacat berbaur dengan para pejabat tanpa dibedakan," tambahnya.

Ketua DPD Solmet Kabupaten Bogor Wiarto Sastroresono juga menyatakan kegembiraannya bisa ikut hadir di acara tahunan ini.

Wiarto datang ditemani Ketua DPD Kabupaten Bekasi Nugroho, Ketua DPD Jakarta Barat Popon dan Ketua DPD Solmet Jakut H Umi Siti.

"Saya dan Keluarga Salat Id dulu di Lapangan Astrid, Kebun Raya Bogor, setelah sarapan langsung ikut antre. Alhamdulilah kesampaian juga bersalaman, bermaaf maafan dengan Pak Jokowi," kata Wiarto.

Dia mengaku bangga Jokowi sangat rendah hati dan peduli dengan rakyat kecil.

"Kami selalu mendoakan Pak Jokowi diberikan kesehatan dan amanah memimpin Bangsa," ujarnya.

Minta Jokowi Fokus Kerja

Silfester Matutina meminta Presiden Jokowi fokus bekerja nyata dan tidak usah memikirkan kampanye 2019.

"Untuk kampanye 2019 biar kami, rakyat, relawan dan partai yang urus," tegas Silfester.

Silfester juga meminta Jokowi tak usah memikirkan aksi #2019 Ganti Presiden. Menurutnya, tagar itu hanya dibuat oleh partai gurem yang kerjanya jual jual agama.

"Partai kecil yang suka menyesatkan masyarakat dengan isu hoaks. Partai ini lebih berbahaya daripada PKI," kata dia.

Dia menyatakan, rakyat sudah cerdas dan tahu hasil kinerja pemerintahan Jokowi.

"Jadi bagi kita tagar itu biasa biasa saja dalam alam demokrasi. Hanya, kita bingung, mereka mau ganti presiden tapi calonnya saja belum jelas siapa," tambahnya.

Menurutnya, calon presiden itu adalah putra terbaik bangsa. Tidak bisa sembarang orang.

Solmet Jokowi adalah salah satu relawan militan Jokowi. Dahulu Solmet bernama Barisan Merah Putih dan mulai berkumpul sejak tahun 2005 dan melakukan kerja untuk masyarakat.

Sempat vakum di 2010-2014, pada 17 Maret 2014 berkumpul lagi dan bermetamorfosis menjadi Solidaritas Merah Putih Jokowi atau Solmet Jokowi dan sepakat mendukung penuh Pencapresan Jokowi.

Selain ikut aktif memenangkan Jokowi di 2014 Solmet aktif membantu korban kebakaran, banjir, gempa. Selain itu juga di kegiatan sosial keagamaan, merenovasi dan membantu pembangunan sekolah, masjid, gereja, klenteng

No comments:

Powered by Blogger.