Pemudik Keluhkan Terbatasnya Ruang Tunggu di Stasiun Pasar Senen



BERITAHARIAN24 - Sejumlah pemudik mengeluhkan minimnya ruangan tempat menunggu di Stasiun Pasar Senen Jakarta.

Salah satunya adalah Fajar (32). Pria yang sehari-hari tinggal di Cikarang, Jawa Barat itu terpaksa harus duduk di emperan mini market sambil menunggu kedatangan keretanya jurusan Surabaya.

"Penuh di dalam, di tempat nunggunya," kata Fajar saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Fajar mengaku sempat masuk ke dalam ruangan tunggu kereta di dalam stasiun. Hanya saja, kondisinya sudah penuh sesak. Ditambah lagi, kondisi ruangan yang gerah meski sudah ada pendingin ruangan atau AC.

"Iya kecil, tadi aja sudah penuh. Sempet ke sana. Harusnya kan ruangannya ac. Tapi kondisinya pintunya dibuka di dalam gerah. jadi di sini di luar aja," ucap Fajar.

Sepanjang siang hingga sore hari tadi, memang Stasiun Pasar Senen sudah dipadati para pemudik. Menjelang malam, kondisinya semakin ramai. Terpaksa para penumpang menunggu di trotoar parkiran dan di tempat berjalan bagi pejalan kaki.

"Fasilitas penampungan penumpang yang lagi nunggu giliran ini seharusnya diperbaiki. Sebetulnya sudah ada. Tapi enggak cukup menampung calon penumpang yang mau berangkat kaya sekarang ini. Berceceran gitu. Pengennya si ditambah fasilitas nunggu keretanya," terang Fajar.

Namun untuk fasilitas lain, diakui Fajar sudah cukup baik. Misalnya musala dan toilet yang sudah bersih.

"Toilet dan musala sudah cukup sih. Itu aja ruang tunggu," ujar Fajar.

Usul Renovasi

Keluhan yang sama juga diutarakan oleh Nunung (45). Wanita yang akan mudik ke Surabaya ini mengaku kaget ketika sore hari tadi tiba di Stasiun Pasar Senen. Sebab, di sejumlah sudut stasiun sudah dipenuhi oleh para penumpang yang menunggu kereta.

"Harusnya sih direnovasi lagi, karena Stasiun Pasar kan tidak hanya untuk mudik. Tapi juga sehari-hari karena banyak dari masyarakat kita juga naik dari sini," kata Nunung.

Menurut Nunung, meski Stasiun Pasar Senen hanya melayani perjalanan kereta kelas ekonomi, sebaiknya pelayanan bagi para penumpangnya juga diperhatikan.

"Jadi yang perlu diperhatikan bukan hanya stasiun yang kebanyakan kelas eksekutif. Tapi juga kelas menengah ke bawah perlu diperhatikan PT KAI. Kenyamanan, keamanannya, agar kita enggak takut. Misalnya turun dari kendaraan sudah, lho kok sudah crowded, kan engga enak ya," tutup Nunung.

No comments:

Powered by Blogger.