Pemuda Muhammadiyah Tidak Harus Ikut


Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah Tahun 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam sambutannya, JK berharap ditahun politik ini Pemuda Muhammadiyah bisa bebas untuk menentukan pilihan.

Walaupun Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, kata JK, berpihak kepada pasangan calon Presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bukan berarti semua harus seragam.

"Jadi walau Saudara Dahnil ini dipihak nomor dua, tidak berarti Pemuda Muhammadiyah harus semua ikut kebijakan politik itu," kata JK di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Wapres mengatakan, walaupun di depannya Dahnil dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir duduk berdampingan, bisa saja dalam berpolitik kadang bisa berbeda. Hal itulah menurut JK yang dimaksud dengan demokrasi yang baik. Bukan dengan hitungan angka.

"Demokrasi adalah bagaimana mencapai kemajuan. Bagaimana paling bisa memajukan bangsa ini. Itulah yang jadi hak politik masyarakat dan hak asasi kita untuk yang terbaik guna kemajuan bangsa ini," ungkap JK.

Walaupun berbeda pilihan saat di bilik suara nanti, JK berharap di tahun politik suasana kondusif dapat terus dijaga. Dengan niat, kata dia, untuk memajukan bangsa.

"Kita mempunyai hak seperti itu, itu generasi mudah tentu harus menggunakan hak Anda. Karena hak itu adalah hak anda untuk cara satu-satunya bagaimana memajukan bangsa ini dengan menggunakan hak-hak politik seperti itu," papar JK.

No comments:

Powered by Blogger.