3 Fakta soal Obesitas Titi Wati, Pemilik Berat 350 Kg dari Palangka Raya



nama titi wati ,belakangan menjadi bahan  pembincangan di media  sosial, seperti halnya  bocah arya asal tasik malaya ,titi memiliki bobot tubuh yang terbilang fantastis.

 bobot wanita 37 tahun itu mencapai 350 gram ,sehigga tidak memungkininya  beraktifitas lagi ,titi hanya  tengkurub di rumah kontrakannya.


"saya berharap pemerintah bisa memberikan  bantuan kepada  saya untuk pengobatan  menurun kan berat badan yang sudah mencapai 350 kilogram lebih "kata wati di rumahnya di palangkaraya ,kalimantan tengah jumat ( 11/1/2019) dilanisir antara .  BANDAR TERPERCAYA

belakangan doa nya terjawab ,rumah sakit umum daerah (RSUD) doris sylvanus palangkaraya menyatakan siap melakukan oprasi lambung buat wanita  penderita obisitas itu.


selain tim medis dari RSUD  Doris Sylvanus, sejumlah dokter dari rumah sakit lain akan membantu Titi menurunkan berat badan. Mereka terdiri dari dokter bedah digestif, dokter anastesi dan perawat lain yang akan membantu operasi.

Berikut sejumlah fakta soal obesitas Titi Wati, wanita asal Palangka Raya yang memiliki berat badan 350 kilogram,   

titi wati mengalami obisitas sejak 2013,dia mengaku dirinya pernah mengalami program diet  untuk mengecilkan berat badannya,antara lain dengan mengonsumsi obat herbal.

cara itu di akuinya menunjukkan  hasil karena berat badannya  sempat berkurang ,saat itu , bobot titi turun menjadi 167 kilogram.

namun,beratnya kembali naik namun ia tak sanggup membeli obat herbal karena harga nya terlalu mahal.

"setelah ia mampu  membeli minuman herbal penurun berat badan itu,saya pun menjalani aktifitas saya seperti orang normal makanan dan minuman pun tak berkolestrol lagi,sehingga berat badan saya  saat itu  sempat 167 kilogram,kini menjadi 350 kilogram lebih "kata titi.

cemilan  es  gorengan adalah salah satu cemilan yang titi  gemari ,ibu satu ini mengaku tiada hari tanpa memakan cemilan setiap hari. 

"Enggak ada makan apa-apa. Cuma itu tadi suka ngemil, segala minum es. Dulu dibilangin dokter tuh kelebihan hormon," ungkap ibu satu anak ini.

Berat tubuhnya yang semakin membesar setiap hari, lama-kelamaan membuat Titi tak mampu lagi berjalan. Karena kakinya tak kuat menahan beban tubuhnya. Sehari-hari pekerjaan rumah dilakukan oleh putrinya Herlina (19).

"Setiap kali bangun tidur bagian kaki saya selalu sakit seperti keram, kemudian badan terasa sakit semua," ucap perempuan yang memiliki hobi bernyanyi tersebut.     BANDAR TOGEL ONLINE


Wati mengaku tidak pernah melakukan pengobatan atau memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter dan rumah sakit. Karena menurut sang suami, dirinya harus lebih banyak bersyukur atas apa yang suah diberikan Tuhan.

"Kata suami saya, ambil hikmahnya saja dan syukuri keadaan yang sudah diberikan Tuhan. Mau bagaimana lagi, kami berbuat kalau ini sudah nasib dari keluarga kami," ucap Wati menirukan perkataan suaminya Edi (52) yang bekerja sebagai pencari kayu hutan.

Sementara itu, dampak yang akan ditimbulkan jika penderita obesitas tak segera diobati dapat memicu terjadinya kanker. Misalnya kanker ovarium.      PREDIKSI HONGKONG

Hal ini diungkap oleh pakar gizi Saptawati Bardosono dalam acara simposium "The Role of Nutrition in The Prevention and Treatment of Obesity" di Hotel Aryaduta, Jakarta.

"Ketika seseorang obesitas, terjadi peningkatan peradangan dalam tubuh. Ini penanda biokimia, yang memunculkan radikal bebas di tubuh. Peradangan dipengaruhi penyimpanan lemak, yang dipicu lonjakan insulin--hormon yang dihasilkan pankreas untuk mengolah gula--dari konsumsi makanan manis," jelas Tati, 

No comments:

Powered by Blogger.