Cerita Rian dan Vanessa Angel di Pusaran Kasus Dugaan Prostitusi

artis vanessa angel tak di tahan  di mapolda jatim  terkait kasus dugaan  porsutusi online,statusnya sbagai saksi namun wajib di lapor.

vanessa hanya  segelintir artis yang bergabung dalam jarirang porsutusi online  yang baru-baru ini di ungkap polda jatim.kapolda jatim  irjen pol luki hermawan menyambut ad 45 orang artis yang terlibat dalam poprsitusi  yang di tawarkan lewat media sosial ini ,namun ada juga 100 model yang juga bergabung dalam jaringan tersebut.

namun polda jatim menyita sejumlah barang bukti milik VA ,artis yang  di namakan karna dugaan porsutusi online ,barang bukti yang di sita antara lain alat kontrasepsi dan celana dalam ungu  tak satu pun barang dari penyewa  VA yang di sita.

dan ,penyitaan alat kontrasepsi tersebut di bantuh kuasa hukum aris  VA muhamad zakir  rasyidin.dia menuturkn bahwa alat kontrasepsi bukan milik  VA.

zakir menyebut bukan tanpa data mengklaim ,dalam surat penerimaan barang  bukti dari polisi ,tak ada alat kontrasepsi  yang dituduh kepada VA

"jadi di sini  ditulisya satu handpone  celuler merek ipone ,satu sim card uang merupakan nomor telfon VA,satu seprei  berwarna putih ,dan celana dalam warna ungu ,jadi enggak ada kondomnya,"jelas zakir

artis berinisial  VA dan AS  terjerat kasus porsutisi  online,mereka harus berurusan dengan
Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Minggu, 6 Januiari 2019. Muhammad Zakir Rasyidin selaku pengacara, VA membantah kliennya terperangkap dalam bisnis prostitusi.

"sampai dengan malam ini klien kami masih satu kata,tidak pernah melakukan yang di tuduhkan,maka nya itu yang menjadi alasan kenapa alasan kami  di bebaskan,kata dia jakarta selatan ,selasa 8 januari 2019.     BANDAR TOGEL ONLINE


zakir menjelaskan dirinya tidak pernah memasang tarif seharga 80 juta,dia juga menampik kalau VA telah menerima down  payment (DP)sebesar 30 persen           JUDI ONLINE

"tidak ada semua  VA tidak pernah menerimanya,lagian percakapan  negosiasi  tidak ad "ucap dia

sejumlah tokoh mengomentari prositusi online  ini,salah satunya  mentri pemberdayaan  perempuan dam perlindungan anak ,yohana yambise,dia  mendesak agar pengguna jasa  porsitusi juga mendapat hukuman  yang setara dengan muncikari.     

"iya harus (pengguna jasa di proses hukum)tapi yang jelas apa pun yng di lakukan  terhadap perempuan ,dan itu pelakunya  harus di kenakan hukuman dong"kata yohana di kompleks istana kepresidenan jakarta ,selasa (8/1/2019)       PREDIKSI SINGAPORE

pihaknya mendorong rancangan  undang-undang penghapusan  kekerasan seksual (RUU P- KS ) segera di sahkan DPR,yohana menilai  penerapan  RUU P-KS  bisa menggeret pengguna jasa prositusi ke meja hijau.

"isu ini menjadi perhatian kita  khsus ,makanya ada hubungannya dengan  RU P-KS   yang kita mau bicarakan ,karena berhubungan dengan  kasus-kasus kejahatan  seksual terhadap perempuan"katanya menandasi

No comments:

Powered by Blogger.