Ini Bahaya Kesehatan yang Mengintai Bila Kamu Suka Konsumsi Gorengan Setiap Hari

gorngan menjadi salah satu makanan faforit masyarakat indonesi.  meski  begitu bukan rahasia lagi  bahwa gorengan  tidak baik bagi tubuh manusia.

kini,sebuah penelitian  terbaru yang di publikasi kan dalam  jurnai BMJ merinji
bagaimana gorengan mempengaruhi kesehatan manusia.

"orang-orang tau makn gorengan  mungkin memiliki hasil kesehatan yang merugikan,tetapi ada sedikit bukti ilimiah  untuk menunjuk kan apa dampak buruk  jangka panjang dari makanan dan gorengan "ungkap DR Wei Bao,asisten profesor  epidemiologi dari university of lowa d kutip  dari time,(27/1/2019).

"secara umum,kami  menemukan bahwa  konsumsi gorengan di kaitkan dengan kematian secara kelurahan,"            BANDAR TOGEL ONLINE

hasil ini di dapat kan para peneliti melalui studi longitudinal selama 20 tahun. Mereka mengamati 107.000 perempuan yang lebih tua dari usia 50 hingga 79 tahun.


para peserta di  minta mengisi sebuah kuesioner terperinci tentang kebiasaan pola makan pada 1990-an. Kesehatan mereka terus diamati oleh peneliti hingga tahun 2017.

Dalam rentang waktu 27 tahun, lebih dari 31.500 peserta meninggal dunia.

dari pengamatan tersebut ,para peneliti menyimpulkan orang
yang melaporkan makan setidaknya satu porsi gorengan  peerhari memiliki resiko 8 persen lebih tinggi mengalami kematian dini.     

para penyuka gorengan  itu juga memiliki periko penyakit kardiovaskular 8 persen lebih tinggi.

meski begitu,konsumsi gorengan tampaknya tidak sesuai dengan resiko kenmatian akibat kanker.

padahal beberapa penelitian sebelumnya sering menghubungkan konsumsi gorengan dengan kanker.

"kai tahu pola makan penting ubtuk mencegah kanker  atau penyintas kanker,tetapi tidak semua komponen makanan (tampaknya sama penting),"  JUDI ONLINE

Perbedaan ini, menurut Bao, mungkin berhubungan dengan cara makanan itu disiapkan. Misalnya, banyak restoran menggunakan kembali minyak ketika memasak makanan.

Menurut Bao, menggunakan kembali minyak bisa meningkatkan produk sampingan berbahaya yang ditransfer ke makanan. Palagi daging cenderung digoreng lebih lama dibanding makanan ringan.

Bao menegaskan bahwa penelitiannya merupakan yang pertama melihat bagaimana segala jenis makanan goreng mempengaruhi risiko kematian dari waktu ke waktu.

Meski begitu, Bao menyadari ada pengecuali untuk kasus semacam ini di Spanyol. Dia menyebut, hal ini mungkin karena lebih banyak orang Spanyol menyiapkan makanan mereka di rumah.

Selain itu, orang Spanyol menggunakan minyak goreng yang lebih sehat seperti minyak zaitun.

Bao menyadari bahwa penelitiannya ini memiliki keterbatasan. Salah satunya hanya mengamati kebiasaan diet atau makan para peserta sekali.

Dengan kata lain, ada kemungkinan para peserta mungkin mengubah pola makannya dari waktu ke waktu.

Meski demikian, Bao mengatakan bahwa temuan ini kuat dan mungkin berlaku pada populasi selain wanita dan usia yang lebih tua.

"Kami tidak memiliki alasan mengapa efeknya mungkin berbeda berdasarkan usia, atau bahkan berdasarkan jenis kelamin," kata Bao.      PREDIKSI SYDNEY

"Saya menduga hubungan itu mungkin serupa di antara wanita lebih muda atau bahkan di antara pria," tegasnya

No comments:

Powered by Blogger.