Janji Menikahi Gadis, Oknum TNI Ini Diadili di Pengadilan Militer Jogja karena Kasus Penipuan

seorang perempuan brinisial NN (38) yang berprofesi sebagai wartawati merasa telah di tipu oleh  oknum TNI AD

oknum TNI yang di maksud adalah sarsan kepala (serka)yudha wahyu indrato.

NN bersama keluarganya  melaporkan dugaan penipuan  yang di lakukan serk yudha.


sebagai buntut dari laporan tersebutpada selasa(28/1/2019) siang di lakukan sidang militer pertama di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Jalan Ring Road Timur, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.      TOGEL ONLINE

Sidang perdana yang dipimpin oleh Hakim Ketua Letkol CHK (KH-W) Koerniawati SH MH, Hakim Anggota satu Mayor CHK Junaidi SH dan Hakim Anggota dua Mayor CHK Kuat Bayu Reagean SH agendanya mendengarkan keterangan dari tiga saksi.

NN menyampaikan kesaksian sebagai korban, sedangkan dua saksi lainnya adalah ibu NN yang bernama Asnimar, serta Wagiran selaku orangtua terdakwa.

Pada persidangan tersebut, NN menyampaikan sejumlah bukti untuk memperkuat tuduhannya.

Wartawati tersebut menunjukkan bukti kerugian materiil akibat ditipu oknum TNI tersebut senilai Rp90 juta.

Tuduhan NN semakin diperkuat dengan penyerahan beberapa bukti berupa bukti transfer uang serta transkrip percakapan dan foto.

Selain itu, menurut NN, Serka Yudha mengaku kepadanya bahwa ia adalah seorang bujangan.

bahkan,serka yudha berjanji menikahi NN.

karena berbuai dengan janji serka yudha,NN mengaku rela  memberikan uang senilai 90 juta rupiah.

uang itu menurut korban di gunakan untuk menebus sertifikat rumah orang tua terdakwa  di BPR  mulyo   lumintu.
muntilan,magelang pada tanggal  15 juli 2017 senilai RP 30.793.600.

selain itu uang pinjaman kata pelaku di gunakan untuk membeli material pembangunan rumah yang dijanjikan katanya akan dihuni setelah mereka menikah.   BANDAR TERPERCAYA

Uang juga digunakan untuk membayar biaya pendidikan, baik pendidikan keluarga maupun pendidikan dari Serka Yudha dan sebagian lainnya ada juga yang digunakan untuk kebutuhan hidup untuk orangtua terdakwa.
"Tanpa ada harapan untuk dinikahi saya tidak mungkin memberikan uang sebanyak itu," tutur NN.

NN juga menambahkan, bahwa sudah ada pertemuan keluarga antara keluarga korban dengan keluarga terdakwa.

Pertemuan dua keluarga tersebut dikabarkan terjadi pada 26 Desember 2017 lalu untuk membahas mengenai pernikahan.

Rencananya, pernikahan NN dan Serka Yudha akan diselenggarakan pada lebaran haji 2018, namun rencana itu tak kunjung terealisasi.

Ternyata, Serka Yudha sudah memiliki istri dan anak.

Yang membuat NN lebih sakit hati adalah karena Serka Yudha diduga sengaja 'mengumpankan' NN kepada teman satu pendidikan di Intel Rindam IV berinisial EP.

Serka Yudha menghadiri sidang perdananya dengan didampingi Kuasa Hukumnya, yaitu Kapten CHK Zain dan Serka CHK Handrik.

Di hadapan majelis hakim, Serka Yudha mengakui telah melakukan pinjaman Rp30 juta untuk menebus sertifikat rumah di BPR Mulyo Lumintu.       PREDIKSI SINGAPORE

Namun, ia menampik bahwa dirinya mengatakan kepada korban bahwa statusnya adalah bujangan apalagi menjanjikan kesepakatan pernikahan.

"Saya tidak pernah mengaku bujangan. Tidak pernah. Terus yang kedua, waktu di dalam (rumah korban), orangtua saya ke sana sama pembantu rumah tangga, iya pernah ke sana, katanya ada tunangan atau merencanakan pernikahan, itu tidak ada," sanggah Yudha.

"Sampai di sana (di rumah NN) dikasih pertanyaan, ibarat orang jawa menolak secara halus. Menanyakan masalah pertunangan. Itu ditanyakan ke saya. Tidak ada masalah pertunangan," imbuh dia.


No comments:

Powered by Blogger.