Warga Pesisir Diimbau Hindari Makan Ikan dan Kerang dari Teluk Ambon, Ada Apa?




dinas lingkungan hidup kebersihan dan persampahan (DLHKP) ambon menghimbau  warga pesisir teluk ambon  untuk tidak mengambil ikan dan kerang (bia) yang terpapar mati di pantai.

kepada DLKHP ambon,luia izaak meminta warga yang mencari  yang mengambil kerang maupun ikan yang terpapar mati di pantai ,untuk ssementara waktu tidak melakukan  kegiatan tersebut.

"selain mengambi juga dimnta untuk tidak  mengkonsumsi kerang  dan ikan ,guna menghindari  terjadinya hal-hal yang tidak di ingin kan "katanya si ambon ,sabtu 12 januari 2019

ia menjelaskan ,imbauan tersebut di sampaikan sehubungan dengan terjadny ledakan (blooming) fitoplantoktan  beracun   jenis     TOGEL ONLINE
Dinoflagelata Gonyaulax di perairan kelurahan Lateri, Negeri Passo, Kecamatan Baguala dan dusun Batu Koneng dan desa Poke, Kecamatan Teluk Ambon.

"ledakan tersebut dapat mengakibatkan  berkurangnya kabar oksigen  di peraiaran dan memicu kematian  ikan dan biota lainnya.

ia mengakui,hingga saat ini belum menerima laporan terkait  kematian ikan dan biota laut lainnya akibat  ledakan ginaflodata gonyaulak tetapi melkukan antaspasi dini.


Pihaknya telah menyurati para camat dan lurah untuk segera menindaklanjuti ederan tersebut kepada warga yang tinggal di pesisir pantai di sejumlah kawasan.

"Kami imbau warga untuk tidak mengkonsumsi ikan yang mati mengambang di pesisir teluk Ambon, karena hal tersebut tentu sangat membahayakan," lanjutnya.

Peneliti Pusat Penelitian Laut Dalam-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI), Hanung Agus Mulyadi mengatakan, ledakan itu terjadi sejak Kamis (10/1) pagi, dengan luasan mencapai 31 hektare di perairan Desa Lateri dan Passo, Kecamatan Baguala hingga kawasan guru-guru, Poka, Kecamatan Teluk Ambon.   JUDI ONLINE

Tingkat kepadatan ledakan terbilang tinggi, yakni 9x100 ribu sel per liter hingga 2,5x1000 juta sel per liter.

"Untuk kewaspadaan disampaikan kepada masyarakat adalah telah terjadi blooming selama dua hari, diperkirakan luasannya sekitar 31 hektare, lumayan luas untuk ukuran perairan," tambahnya.

Ledakan Dinoflagelata Gonyaulax di Teluk Ambon baru diketahui oleh pihaknya pada Kamis sore saat memantau kondisi perairan Teluk Ambon, dan menemukan terjadi perubahan warna air laut yang kecoklatan dan agak berlendir.      PREDIKSI SINGAPORE

Sampelnya kemudian dianilisa di Laboratorium Fisika oleh tim peneliti yang terdiri dari Hanung Agus Mulyadi, Sem Likumahua, Salomy Hehakaya, La Imu, William Merphy Tatipata dan Muhammad Fadly.

"Tim balik lagi ambil sampling ternyata blooming sudah terjadi sejak kemarin sekitar jam 10.00 pagi menjelang siang, tapi kemarin kami tidak melakukan pelacakan area blooming jadi tidak tahu apakah memang luasannya memang 31 hektare sejak kemarin," ucapnya.

No comments:

Powered by Blogger.