Banjir di Kota Manado, Genangan Air Mencapai Atap Rumah Warga, Bandara Sam Ratulangi Ditutup

Hujan lebat yang melanda wilayah Sulawesi Utara pada Jumat (1/2/2019) mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah daerah di Kota Manado.

Tribunjambi.com melansir dari Kompas.com, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi sejak Jumat.

Cuaca buruk mengaibatkan sejumlah kawasan di Kota Manado diterjang banjir.

Misalnya di Kampung Islam Tuminting terjadi banjir.

Kemudian di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunakan, air dari Kali Buha naik ke pemukiman warga dan masuk ke dalam rumah.

Di Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, air menggenangi badan jalan, dan itu juga terjadi di depan SPBU Tikala.

Di Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil juga sudah terjadi banjir.   TOGEL ONLINE

Sedangkan tanah longsor terjadi di ruas Jalan Pumorow Manado.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di Provinsi Sulut.

BMKG mencatat berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir pada pukul 08.00 Wita di wilayah Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Tomohon, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolmong, Bolmong Utara dan sekitarnya.

Serta dapat meluas ke wilayah Bitung, Bolaang Mongondow Timur, Kotamobagu, Bolaang Mongondow Selatan dan sekitarnya.

Cuaca buruk Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Kelas II Sam Ratulangi Manado Cariz Kainama mengatakan, berdasarkan pantauan citra satelit pukul 08.50 WITA, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara masih berpotensi cuaca buruk berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

"Dikarenakan adanya belokan angin di wilayah Sulawesi Utara karena pengaruh daerah tekanan rendah di wilayah selatan khatulistiwa. Dihimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk lebih waspada dengan kondisi saat ini," imbaunya.

Sementara, Kepala Kantor SAR Manado Amiruddin melalui Humas SAR Feri Ariyanto mengatakan, masyarakat yang di tinggal di bantaran sungai agar waspada dan berhati-hati.

"Saat ini air DAS Tondano naik perlahan lahan, dan tidak kalah penting masyarakat yang tinggal di perbukitan agar waspada," katanya. Pantauan Kompas.com, hingga pukul 09.46 WITA, hujan lebat masih mengguyur wilayah Sulut, khususnya Kota Manado.   

Sementara itu di media sosial juga tersebar suasana Kota Manado yang digenangi air bahkan setinggi dada orang dewasa.

Mengutip dari Instagram Makassar_Iinfo di daerah Tuminting banjir hampir mencapai atap rumah warga pada Jumat pagi.

Update kabar banjir yang terbaru air juga telah menggenangi kawasan Transmart Kawanua.

Banyak diantara pengendara motor yang harus turun untuk mendorong sepeda motornya karena tingginya genangan air.

Cuaca buruk dan banjir yang melanda wilayah Sulawesi Utara membuat Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup, Jumat (1/2/2019).

Akibatnya empat penerbangan menuju ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado terpaksa dialihkan ke Bandara Jalaludin Gorontalo.

Pihak otoritas Bandara Sam Ratulangi, yakni Angkasa Pura 1 menyebutkan empat penerbangan terpaksa dialihkan karena cuaca buruk sejak Jumat pagi.

"Kami terpaksa mengalihkan ke Gorontalo karena cuaca buruk," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai.

Empat penerbangan ke Manado yang mengalami divert ialah Wings Air IW 1173 rute Labuha-Ternate-Manado, Wings Air IW 1162 Manado-Melonguane.

Kemudian Wings Air IW 1172 Manado-Morotai dan Garuda Indonesia GA 684 dari Makassar harus kembali ke Bandara Hasanudin.                 BANDAR TOGEL ONLINE

"Ada yang divert (dialihkan) ada yang return to base (kembali ke pangkalan asal)," ujar Gandeguai.

Pihak Angkasa Pura I memastikan Bandara Sam Ratulangi ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Tergantung cuaca. Jika masih buruk, masih kita tutup," ujarnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BMKG Sulut, Aviation Security dan instansi terkait lainnya.


Ia menjelaskan, curah hujan tinggi membuat landasan pacu Bandara Sam Ratulangi sempat tergenang air namun tak lama.

Air lekas surut karena langsung mengalir ke selokan di sisi Service road.

Minggus berharap cuaca membaik sehingga operasional bandara kembali normal

Pemkot Manado Minta Warga Mengungsi

Bencana banjir dan longsor mengancam Manado, Jumat (1/2/2019) siang

Terlihat ketinggian air melewati garis level bahaya pada pukul 11.11 Wita

Pemkot pun mengimbau warga yang bermukim di wilayah bencana agar segera mengungsi.

Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merilis kembali peringatan dini cuaca ekstrem pada Jumat pukul 14.00 Wita.

Sebelumnya, BMKG menyebut hujan diperkirakan terjadi hingga pukul 11.00 Wita. Lalu diperbaharui hujan akan terjadi hingga pukul 14.00 Wita.

Namun, BMKG kembali merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang bakal terjadi di Sulut hingga pukul 17.00 Wita:             PREDIKSI SINGAPORE

Update Peringatan Dini Cuaca Provinsi Sulawesi Utara tanggal 01 Februari 2019 pukul 13.30 Wita. Masih berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir pada pukul 14.00 Wita di wilayah Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolmong, Bolmong Utara dan sekitarnya.

Serta dapat meluas ke wilayah Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Kotamobagu dan sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 17.00 Wita.


No comments:

Powered by Blogger.