Foto-foto Bandara Kualanamu dan Bandara Soekarno-Hatta Sunyi Sepi bak Kuburan, Ini Penyebabnya

Bandara Kualanamu Kosong Melompong, Juga Penampakan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Sunyi Sepi Seperti Kuburan. Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Bagasi Berbayar Diduga Penyebabnya.


kenaikan harga tiket  pesawat rute domestik , menghadir kan pemandangan  tak biasa di banyak bandara   bandara  di indonesia

  sebuah foto yang di kirim  oleh muhamad  AMD.Par, SE, M.Par., Dosen Fakultas Ekonomi/Direktur Akademi Pariwisata
muhamaddiah aceh ,memeper lihat kan  kondisi   bandara kuala namu yang kosong melompong.

"belum pernah dalam sejarah ,kuala namu iarport kosong  melompong sepi  banget seperti kuburan,akibat kebijakan bagasi lion air  berbayar, foto di ambil pukul 19.45 WIB 11 febuari  2019.  saat sedang menunggu lion air  tujuan  bandara aceh.""demikian keterangan  menyertai foto penampakan bandara kuala namu  yang di terima selasa (12/2/2019) malam

di konfirmasi via whatsup ,mahyuddin mengatakan,kenaikan harga tiket pesawat  dan pemberlakukan bagasi terbayar , telah membuat  sektor parawisata terpukul dan terjepit.

"kebijakan yang yang kurang tepat dan belum layak  untuk di terapkan saat ini , kami menilai sangat keliru dan belum kaprah "kata mahyuddin.      BANDAR TOGEL ONLINE

menurutnya kenaikan harga tiket pesawat  dan kebijakan bagasi  terbayar ini ,akan memberi tampak buruk  pada seluruh sektor  yang berhubungan pada wiraswasta di aceh.

"arus kunjungan wisatawan yang  di targetkan 1000 orang ke kota banda aceh dan 5000 orang kunjungan wisatawan mancanegara ke aceh , akan menjadi angan-angan belaka "kata mahyuddin .

orang akan berfikir panjang dalam melakukan liburan atau kegiatan perjalanan wisata ke aceh ,banyak mitra kita dari asosiasi  parawisata yang ingin melakukan  pertemuan seminar di aceh  membatal kan agendanya "tambah mahyuddin .

“Belum lagi kerugian yang dialami oleh teman-teman di asosiasi usaha pariwisata, seperti hotel, restoran, dan travel agent yang turun drastis pendapatannya akibat melonjaknya harga tiket pesawat,” imbuhnya.

Direktur Akademi Pariwisata Muhammadiyah Aceh ini berpendapat, pemerintah harus punya andil besar dalam menyikapi keadaan ini.

“Kebijakan ini akan mempengaruhi mirisnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah pusat dan akan melonggarkan rasa nasionalismenya,” pungkas Mahyuddin.

Hal senada juga diungkap Azwani Awi (Popon), pegiat pariwisata Aceh.

"Semua yang berhubungan dengan pariwisata terpukul. Hotel, restoran, tour travel, pemandu wisata, dan lainnya. Ekonomi pun semakin terpuruk,tulis Popon dalam pesan Whatsapp

di beritaukan sebelumnya,para pelaku wisata di batam sampai melakukan  pawai keperijatian pariwisata.senin(11/2/2019)

Dalam aksi yang digelar di Gerbang Utara Dataran Engku Putri Batam, para pelaku pariwisata di Batam menyuarakan keprihatinan terhadap mahalnya harga tiket pesawat tujuan domestik dan penerapan bagasi berbayar.

Syarif Hidayatullah, manajer salah satu usaha penghasil oleh-oleh di Batam mengatakan, industri pariwisata di Batam turun drastis sejak naiknya tiket pesawat domestik serta pemberlakuan bagasi berbayar.

khusus untuk orang outlet  oleh-oleh,biasa nya mereka bis mengumpul kan omset sehari Rp 5 hingga Rp 6 jutaan sekarang turun drastis hanya Rp 2 jutaan .

"Hampir 60 persen omset menurun. Sangat berdampak pada pelaku usaha pariwisata. Baik di bidang oleh-oleh, restoran, jasa transportasi, agent, travel. Orang pasti berpikir dua kali mau beli oleh-oleh," ujar Manajer Operasional Nayadam, Syarif Hidayatullah    JUDI ONLINE

sektor pariwisata menjadi salah satu program unggulan Pemerintahan Jokowi – JK.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo paling respek dengan pariwisata Indonesia.

Sepuluh destinasi baru, yang dipopulerkan dengan istilah "10 Bali Baru" adalah salah satu bukti keseriusan duet Jokowi-JK dalam menciptakan strategi meraup devisa dengan cara cepat dan mudah.

"Luar biasa, pariwisata sudah dimasukkan dalam program utama, program prioritas, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritim," kata Asnawi Bahar, Ketua Asita Pusat di Jakarta, Sabtu (28/5/2016).
Kendati Presiden Joko Widodo belum genap dua tahun mengendalikan pemerintahan, gairah di sektor pariwisata nasional mulai berkobar.

Investor juga semakin percaya akan masa depan pariwisata Indonesia.

"Mereka sudah merasakan deregulasi yang cepat dan serius di sektor pariwisata," jelas pria asal Sumatera Barat ini.

Menurut Asnawi, penghasilan devisa dari sektor pariwisata langsung naik ke posisi keempat di bawah minyak dan gas, batubara dan minyak kelapa sawit.

“Ini tidak mungkin terjadi ketika presidennya tidak concern di pariwisata. Benar Pak Menpar Arief Yahya yang menyebut CEO commitment, di Bupati dan Gubernur. Presiden juga begitu! Dalam program Nawacita Pak Jokowi terkandung semangat percepatan laju pertumbuhan ekonomi di segala bidang, termasuk pariwisata,” terang Asnawi Bahar.

Yang membuat Asnawi angkat topi, saat ini pariwisata sungguh-sungguh dijadikan sektor unggulan pembangunan. Dan hal itu, selalu dikawal langsung oleh Presiden Jokowi.


“Beliau (presiden) sering meninjau sendiri obyek wisata, meningkatkan anggaran promosi, menggelar rapat terbatas bidang pariwisata yang menghadirkan pelaku usaha, wapres, menko hingga menteri terkait. Dan kami diperkenankan bicara bebas di forum. Ini sangat mendorong kinerja kami sebagai operator atau pelaku,” papar Asnawi.

Tidak hanya di Kualanamu, suasana sunyi sepi juga terlihat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.    

Beberapa foto yang dilansir Warta Kota memperlihatkan pemandangan tak biasa di terminal 3 bandara terbesar di Indonesia ini, Jumat (8/2/2019).
Terminal yang kerap ramai dilalui para penumpang itu terlihat sunyi sepi bak kuburan.

Diduga kondisi ini terjadi karena kenaikan harga tiket pesawat serta penerapan kebijakan bagasi berbayar yang kini menjadi polemik di seluruh Indonesia.


Pantauan Warta Kota di lokasi, terminal mewah ini terlihat lengang. Bahkan sunyi sepi tidak banyak penumpang yang melintas.        PREDIKSI SYDNEY

Counter-counter check in pun terasa senyap. Begitu pula dengan ruang tunggu para penumpang.

Di toko-toko yang berjajar di Terminal 3 juga tidak terlihat ramai dengan para pembeli.

Aktivitas penumpang di lokasi tersebut terasa sangat minim.

"Saya biasa bolak-balik Pekanbaru-Jakarta. Ada kerjaan. Tiket pesawat memang mengalami kenaikan harga," ujar Ardi (35), salah seorang penumpang saat dijumpai Warta Kota di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (8/2/2019).


Ia bertolak ke Pekanbaru bersama rekan kerjanya. Dan melakukan self check in di counter Terminal 3 Domestik.

"Harga tiketnya naik dua ratus ribu rupiah. Memang banyak juga yang mengeluhkan, ya mau digimanain lagi," ucap Ardi.

Ia berharap agar pemerintah peka dalam persoalan ini. Begitu juga dengan para maskapai.

"Memang sekarang-sekarang ini di Terminal 3 sepi," kata satu dari penjaga Toko Family Mart yang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.


No comments:

Powered by Blogger.