Keuangan Ahmad Dhani Disebut Pengacara Sudah Menipis, Hingga Singgung Nama Ryamizard dan Moeldoko


ahmad dhani di tahn di ruangan 1 surabaya di medaeng  waru-sidoarjo jawa timur atas kasus pencemaran nama baik akibat vlong "idiot"yang di buatnya.

sebelunya ahmad dhani  di tahan di rutan cipinang,jakarta timur  karena kasus ujaran kebencian.

di tengah  proses hukum masih berjalan,kuasa hukum ahmad dhani mengungkap kan kondisi  keuangan keluarga musisi ahmad dhani (46) kini semakin menipis.

hal ini terjadi dari dhani mulai d tahan  sejak 28 januari 2018 lalu usai di vonis bersalah akibat kasus ujaran kebencian oleh pengadilan negri jakarta selatan.     BANDAR TOGEL ONLINE

menurut kuasa hukum dhani ,ali lubis ,kondisi keuangan klien nya menurun karena tak bisa bekerja selama mendekam di tahanan.

"karena selama mas dhani di tahan,info yang saya terima bahwasannya pendapatan dari sisi finansial kurang karena dia tidak bekerja "ucap ali saat di temui di  pengadilan tinggi jakarta pusat pada rabu(27/2/2019)

lantaran hal itu,ali menyaran kan agar pihak pengadilan  mempertimbang kan surat permohonan  penangguhan penahanan terhadap  dhani yang mereka ajukan.

di lihat dari sisi kemanusiaan  kita tahu ahmad dhani  ini kepala rumah tangga yang mencari nafkah,artinya beliau punya dua anak yang masih kecil  yang membutuh kan biaia hidup,sekolah ujar ali.

selain itu ali juga menyatakan bahwa sikap kooperektif dhani bisa menjadi salah satu  pertimbangan agar klien nya bisa maksimal untuk menghidupi keluarga.

"dari awal mas dhani kan koperaktif,bahwa vonis terakhir  dia hadir  tidak pernah mangkir.

"itu seharusnya menjadi  perhatian juga  dari majelis hakim "pungkas ali.

Ahmad Dhani Tulis Surat untuk Ryamizard


Ahmad Dhani menulis surat yang ditujukan ke Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Surat dari Ahmad Dhani ini berjudul 'Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu'.

Pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko membenarkan kliennya memang menulis surat tersebut.

"Sudah terkonfirmasi dari Ahmad Dhani Prasetyo," ujar Hendarsam Rabu (27/2/2019).

Dalam suratnya ke Ryamizard, Dhani menceritakan kisahnya yang divonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai pengujar kebencian berdasarkan SARA.

Pentolan grup band Dewa 19 ini mengatakan dirinya divonis sebagai anticina dan antikristen.

Menurut Dhani, Ryamizard tidak akan percaya bahwa dirinya disebut anticina dan antikristen. Sebab, kata dia, hal itu dibuktikan dengan banyaknya saudaranya beragama Kristen serta partner bisnis kebanyakan orang Tionghoa.

"Tapi kenyataannya saya divonis begitu," kata dia.   JUDI ONLINE

Dhani juga menceritakan bagaimana dirinya selama ini hidup dengan darah NKRI yang bergelora. Menurut dia, Ryamizard merupakan saksi hidup Dhani sebagai orang yang mencintai NKRI.

"Saat kakanda adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), pada tahun 2003 kakanda perintahkan Band Dewa 19 memberi semangat warga Aceh untuk tetap setia kepada NKRI," tulis Dhani

Dhani bertutur, saat itu, dia dan teman-temannya konvoi keliling Aceh di atas tank milik TNI.

Hal ini, menurut Dhani, merupakan bukti dirinya setia pada NKRI.

"Bisa saja GAM menembaki saat itu, tapi kami teriakkan NKRI harga mati," ucapnya. "Kalau sekedar ngomong 'Saya Indonesia Saya Pancasila' itu tidak sulit jenderal."

Dhani mengatakan konvoi di atas tank kala itu sangat berisiko.

Dari pengalaman itu, Dhani mengaitkannya dengan keanehan atas kondisinya saat ini.

Dia mempertanyakan kenapa dirinya malah ditahan setelah upaya banding atas kasusnya.

"Saya malah ditahan 30 hari oleh Pengadilan Tinggi," katanya.

Menurut Dhani, seharusnya dia tak ditahan karena menjalani sidang dalam perkara ini.

Sebab, kata dia, ancaman hukumannya di bawah 4 tahun yang membuatnya tak perlu ditahan.

Dalam surat itu, Dhani juga mengatakan bahwa dirinya tidak sedang berkeluh kesah atas keadaan selama ini.

Menurut Dhani, surat ini lebih menceritakan situasi politik sekarang yang ada di Indonesia.

Ia pun menyinggung nama Moeldoko terkait "perang total".    PREDIKSI SYDNEY

"Apakah saya korban perang total seperti yang dikabarkan Jenderal Moeldoko? mudah-mudahan tidak," tulisnya.

"Tapi di penjara, saya meraskan tekanan yang luar biasa."     

Surat untuk Ryamizard ini diakhiri Dhani dengan kutipan "Demikianlah kakanda jenderal, saya melaporkan dari sel penjara politik."

Dhani juga turut menuliskan bahwa dirinya rindu akan sop buntut buatan Nyonya Ryamizard Ryacudu.

No comments:

Powered by Blogger.