Kronologis Perampokan, Pemerkosaan dan Pembunuhan Mahasiswi UIN Palembang hingga Pelaku Dibekuk

kronologi pembunuhan perampokan,pemerkosaan  dan pembunuhan mahasiswa UIN palembang hingga di bekuk.

pelaku pemerkosaan  dan pembunuhan mahasisiwi UIN palembang akhir nya di bekuk polisi.

ketangkap bagaimana  kronologis peristiwa ini.

 sairun pembunuh  fatmi mahasiswi  UIN raden fatah yang di bunuh nya di kelekar muara enim,mengaku sudah merencanakan niat untuk ngerampok.

Dijelaskan Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono, penangkapan Sairun berawal dari kecurigaan penyidik saat berada di tempat kejadian perkara.

Saat itu, beberapa saksi dipanggil sehingga muncul nama Sairun yang menunggu lahan tersebut.

Setelah hasil dari tim laboratorium forensik, dipastikan juga bercak sperma yang berada di tubuh korban adalah milik pelaku Sairun.    BANDAR TOGEL ONLINE

"Sebagai pembanding, ternyata hasil dari lab forensik sperma identik milik pelaku (Sairun)," kata Afner saat rilis di Polsek Gelumbang, minggu (3/2/2019) malam.

Dilanjutkan Afner, Sairun sehari sebelumnya sudah merencanakan ingin memiliki sepeda motor atau merampok Fatmi.

Disaat itu, korban yang sudah mengantar ibunya ke kebun atau ladang, pelaku bersembunyi sebelum menodong Fatnmi yang berlokasi di simpang tiga.
"Pelaku langsung menghentikan korban, korban pun sudah menyerahkan motor. Namun, korban menarik penutup wajah dan terbuka hingga mengenali Sairun,"

"Lantas hal itu membuat Sairun kalap langsung memukul Fatmi dan tangannya diikat," jelasnya.

Setelah Fatmi diikat, Sairun menyuruh korban berjalan ke TKP penemuan mayat atau kebun karet, dan di tempat itu Sairun melakukan pemerkosaan terhadap korban sebanyak dua kali.

"korban di perkosa satu kali  saat sadar dan kedua dalam kondisi tidak sadar atau tewas "katanya

di ketahui juga,barudua tahun yang lalu sairun bebas dari LP  nusa kambangan dalam kasus yang sama.   JUDI ONLINE

sairun mendekam di LP nusakambangan  dalam kasus yang sama.

sairun mendekam di LP nusakambangan selama 9 tahun.

saat ini barang bukti dan motor beat warna hijau putih telah di aman kan oleh polisi.

polisi telah menangkap sairun,pembunuh dan pemerkosa Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah, minggu (3//2/2019).

foto sairun kini beredar.

Pelaku diketahui bernama Sairun (40) merupakan warga Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim atau masih tetangga korban.

selain itu  beredar foto waajah  sairun,memperkosa fahmi.

Dalam foto yang beredar, tampak Sairun terkapar.
Memakai baju lengan panjang warna krem terlihat wajahnya seperti meringis menahan kesakitan.

sejauh ini,informasinya juga Polres Muaraenim batal menggelar rilis pelaku pembunuhan di Polsek Gelumbang.

Namun, keberadaan pelaku yang sudah ditangkap belum diketahui pasti.

Pelaku perampokan, pemerkosa dan pembunuh Fatmi Rohanayanti akhirnya diringkus tim gabungan Satreskrim Polres Muaraenim, Polsek Gelumbang dan Polsek Lembak, minggu (3/2/2019).

Pelaku diketahui bernama Sairun (40) merupakan warga Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim.

Residivis kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu diamankan petugas sejak pagi dan dilakukan pemeriksaan di polsek Gelumbang.   PREDIKSI SYDNEY

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan di kebun karet dalam keadaan bugil dengan leher bekas cekikan dan ada luka di (maaf) alat vital korban.

Anak sulung Hiro dan Umar itu kemudian dibawa ke rumah sakit umum daerah Prabumulih untuk dilakukan visum lalu dibawa ke rumah duka setelah sebelumnya hendak dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palembang.


Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang ditemukan tewas di kebun karet, di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Peristiwa ini membuat geger warga sekitar.

Dari informasi yang beredar, sebelum dibunuh Fatmi Rohanayanti telah terlebih dahulu diperkosa.

Jenazah ditemukan di semak belukar kebun karet.

Korban sendiri pulang ke kampung halaman karena sedang dalam masa libur kuliah.

Berikut Fakta-fakta Pembunuhan Sadis Disertai Pemerkosaan Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang

1. Mahasiswi Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang

Staf Humas UIN Raden Fatah Palembang, Kemas Ari saat dihubungi Tribun membenarkan bahwa Fatmi Rohanayantimerupakan mahasiswi aktif di UIN Raden Fatah Palembang.

"Setelah kami cari infonya di Pusat Teknologi Pangkalan Data (PUSTIPD) UIN Raden Fatah Palembang bahwa memang benar almarhum adalah mahasiswi kami, tercatat almarhum ini semester 3 angkatan 2017," jelasnya,

Diketahui pula almarhum Fatmi Rohanayanti ini mahasiswi aktif di Fakultas Syariah, program studi S1 Hukum Keluarga Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Ditambahkan Kepala IT dan Pangkalan Data UIN RF Palembang, Fahruddin, almarhum ini kelahiran Desa Menanti, 16 November 1999.

"Menurut data yang ada di kami, almarhum anak dari pasangan Umar Nani dan Hirowati. Kedua orangtua alm ini bekerja sebagai petani," tambahnya.

2. Ditemukan Tak Berpakaian

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 15.00 Wib di kebun semak belukar di Desa Menanti Kecamatan Kelekar milik Kades Suban Baru bernama Feri.

Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan tidak berpakaian.

Leher serta mulutnya diikat menggunakan pakaian korban.

Dari info yang beredar bahwa korban diduga menjadi korban pembunuhan dan dugaan pemerkosaan.

3. Diduga Pelaku Kenal dengan Korban

Tewasnya Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar ini pun dibenarkan oleh Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono.

" Memang benar adanya penemuan mayat tersebut, dugaan sementara korban dirampok, dibunuh dan diperkosa, namun petugas kita masih melakukan olah TKP untuk mencari tahu yang sebenarnya," katanya.

Selain itu lanjutnya pihaknya juga menduga bahwa pelaku adalah orang yang dikenal korban.

4. Bekas Cekikan dan Kemaluan Korban Berdarah

Jenazah Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih dalam keadaan bugil.

Pimpinan Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih, Jumani mengatakan pihaknya baru menunggu dokter untuk melakukan pemeriksaan namun kemudian tidak jadi.

"Di tubuh korban kita lihat diduga diperkosa karena kemaluan berdarah dan leher ada bekas cekikan," katanya.

Jumani membenarkan jenazah Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) dibawa ke untuk divisum di rumah sakit Prabumulih.

Namun belum sempat divisum, jenazah kembali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang atas perintah Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono.

"Tadi memang dibawa ke kamar mayat kita, namun baru dibuka hendak bersihkan, petugas mendapat perintah dari kapolres agar dibawa ke Bhayangkara Palembang, Lalu ditutup lagi dan dibawa ke Palembang," ujar Jumaini ketika dibincangi di kamar mayat, 

Menurut Jumaini, berdasarkan hasil pemeriksa pihaknya diketahui korban merupakan mahasiswa UIN dan warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar.

"Dia mahasiswi dan warga Desa Menanti, tadi ramai polisi," katanya.

ku melakukan hal keji tersebut," katanya. 


No comments:

Powered by Blogger.