Viral Curhatan Sabrina Bakkara, Ayah dan Ibunya Ditangkap Polisi karena Nasehati Terduga Pencuri


foto unggahan akun Sabrina Bakkara di media sosial Facebook, pada kamis (14/2/2018).


foto tersebut memperlihat kan sepasang pria dan wanita tampak d  di giring dan di paksa  masuk k dalam mobil oleh sejumlah pria  berdinas polisi  lengkap dengan senjata.

pada kepsyen yang di unggah sabrina bakkara ,ia meminta bantuan hukum kepada  keluarga nya yang tidak  tahu hukum.

"kami butuh bantuan yang buta hukum ini ,masyarakat kecil ini yang tak tahu hukum ,kenapa kami di perlakukan seperti binatang,kenapa kami di perlakukan  seperti melebihi teroris ?

bahkan ia memohon kepada  pesiden joko widodo dan kapolri tito kurniawan.

"kepada yang terhormat bapak  presiden indonesia bapak jokowi dan bapak jendral  tito serta seluruh yang berwajib, kami butuh bantuan  yang buta hukum ini. 

ia menjelaskan kronologi soal penangkapan ayah dan ibunya,     BANDAR TOGEL ONLINE
bahwa berawal ada seorang pencuri   masuk ke rumah nya dan ketangkap,namun lolos melarikan diri,bahkan si pencuri sempat memukuli ibunya.

di saat kejadian itu mereka mendatangi rumah si pencuri itu dan menasehatinya agar tidak mencuri lagi.

tapi saat di nasehati ,si terduga pencuri malah melawan dan mau memukul ibu   yang korban kemalingan.

"ibu saya mau di pukuli si pencuri itu ,dan bapak membela itu saya danmenampas si pencuri ini. tetapi orang tuanya hotmian  ompusunggu tidak terima karena  bapak saya menampar anaknya ,besoknya dia melapor ke polisi  parlin si anturi dan dia berkata "akan saya penjarakan kalian semua,aku akan mengadu ke keluarga ku "kata sabrina bakkara

ayah dan ibu nya pun di bawa ke polsek muara ,siborong-borong  tapanuli utara .sumatra utara dan di tahan di polres tapanuli utara.

 "Kepada yang terhormat bapak presiden indonesia BAPAK JOKOWI dan JENDERAL BAPAK TITO serta seluruh yang berwajib,  kami butuh bantuan yang buta hukum ini,  masyarakat kecil ini yang tidak tau hukum. Kenapa kami di perlakukan seperti binatang kenapa kami di perlakukan seperti melebihi teroris (emoticon menangis).

kronologis pencuri masuk kerumah dan ketangkap di rumah, namun lolos melarikan diri,dia memukul ibu saya,nama pencuri roger siahaan. 

setelah kedatangan keluaraga si pencuri ,3 tahun ini warga sosor dolok simatupang sering kehilangan  bahkan anak si pencuri sudah sering di bayar orang tua nya uang perdamaian karena  terus mencuri dan sudah pernah di bawa ke polsek muara karena mencuri celengan tapi kenapa masih di bela ankanya mencuri.

di saat kejadian  itu kami datang ke rumahnya untuk menasehati agar tidak mencuri lagi ,tapi dia malah melawan ibu saya ,dia mau mukul ibu saya ,dan sestelah itu bapak saya membela ibu saya ,bapak saya menampar si pencuri ini.

Tetapi orang tuanya Hotmian Ompusunggu tidak nerima, karena bapak saya menampar anaknya. Besoknya dia melapor ke polisi bapak PARLIN SIANTURI, dia berkata "akan saya penjarakan kalian semua. Aku akan mengadu kekeluargaku."

Setelah itu dia bikin laporan, kami dipanggil ke Polsek Muara, kami hadiri, kami ceritakan kejadiannya, namun oknum polisi tersebut tidak menanggapi perkataan kami. Dan kami sangat keberatan kenapa jenis kelamin kami diubah-ubah oleh polosi yg memproses kami, saya tidak tau apa maksud dan tujuannya.

Sebulan berikutnya, polisi bapak PARLIN Sianturi dan juga rekan2nya datang kerumah pas malam2, dia menangkap ibu dan bapak saya, mereka memperlakukan seperti binatang, bapak saya digari dan disiksa (emoticon memangis), ibu saya ditonjok dan ditarik2 (emoticon menamgis) sehingga ibu saya mengalami luka.

setelah ibu saya terluka ,saya minta visum kepada duma simatupang,namun dia berkata harus ada surat dari polisi
naun dokter tersebut  mengukur  luka ibu saya,saya juga tidak tau apa maksud dari semua itu.

setelah paginya,kami di paksa untuk masuk ke dalam mobil ,kami di bawa ke kapores tarutung , kami  di penjara kan di sana dan setelah itu kami di urus  keluarga agar bisa bertahan di luar.

setelah masuk dalam persidangan,kami hindari  selalu sidang di kantor tarutung ,stelah kami sidang menurut jaksa  bapak PANTUN SIMBOLON membacakan dakwaan penganiyayaan terhadap anak.kami sangat keberatan dan tidak pernah menganiyaya anak .        JUDI ONLINE

setelah itu jaksa membacakan visum ,jaksa mengatakan tidak bisa braktifitas ,karena ada luka anak si pencuri tersebut dan saya heran kenapa umur bapak saya 20 an  di buat jaksa  sementara bapak saya udah 64 tahun.

Kemudian pengacara kami meminta Dokter DUMA SIMATUPANG yang membuat visum,  agar hadir di persidangan karena sama sekali kami tidak ada memukul atau menganiaya si pencuri itu.

Setelah dokter kami hadirkan, dokter tersebut mengatakan dia salah ketik membuat visum itu. Wajarkah seorang dokter mengatakan di persidangan dia salah ketik? Dan pengacara kami menanyakan dokter itu keadaan anak itu bagaimana?  Dia mengatakan dengan keadaan umum membaik. Sementara jaksa mengatakan tidak bisa ber aktivitas.

Setelah sidang selesai dua minggu yang lalu, apalah daya kami, di pengadilan Tarutung kami divonis 10 bulan penjara.

(Emoticon menangis) Karena kejadian ini ibu saya mengalami trauma dan bapak saya jadi buta, bapak saya tidak bisa lagi melihat dunia ini karena kejadian ini.


dan saat ini kami tahanan rumah ,saya berharap dan saya memohon  sudi kirnya ada menolong kami .

saat berita ini di unggah , unggahan sabrina bakkara ini sudah  di komentarin 10 ribuan kali netizen dan bagikan 25 ribuan kali.

@J Rudi Hartono Nababan: Kasus spt ini tidak harus presiden yg tangani. Kan ada pihak berwajib di sana. Lg pula klo polsek tdk bs menangani kan ada polres, klo polres gk mampu kan ada polda, klo polda gak ada kan ada polri. Knp hrs sampai ke presiden.

@Bedi: Itulah hikum di indonesia mana yg punya duit itulah yg menang.

@Elin Nuri Huki: Akan ad saat nyav untuk merka yg menjolimi ornag lian.jalani saja apa yg di tentukan oleh pihak berwajib suatu saat siapapun yg terlibat dlm ksh ini apalagi itu orang tua pasti akan ad blasan nya.serahkan semua pada Tuhan....

@Martua Simorangkir: Kalo benar cerita ini laporkan balik semua oknum oknum yang tidak bernurani itu ke mapolda sumut.dan coba surati kabag wasidik ke mapolda sumut dan lengkapi bukti buktinya.mudah mudahan dapat solusi.

@Mark Kent: Tinggal pecat aja semua keparat2 itu, selesai perkara nya, cuma masalah nampar anak orang, sampe ke persidangan..disini, anak orang kita gebukin karena nakal, orangtuanya yg minta maaf..mau unjuk kekuasaan tapi jadi nggak punya otak..

@Fran Liu: Karena diindo gak ada, hukum mati yg salah yd benar, yg ada duit, yg benar yd salah karena gak ada duit buat sogok, seperti di us ada, hukum mati?di rrc ada hukum mati, korup korup, di tangkap, apa lagi yg kakap kakap itu dihukum mati di rrc, teman teman, diindo banyak yg orang yg tinggi maksud gw, dapat penyakit mata, yg gak bisah kelihatan jelas gitu ,tapi kalau kelihatan duit?matanya langsung kelihatan loh, gerti gak teman teman?amin berdoa lah teman teman, biar sang pencipta dunia ini?mendengar doa kita, amin sabar ya saudara ku, kita yuga berdoa, yg salah itu, supaya dia, apa dia tiap malam tidur bisah nyenyak?amin.

@Revalina Putri Rahmadany: pling dugaan  di sogok duit lh tu polisi hingga yg salah di benar kn yg benar disalah kn.susah undang2 skrng ni.duit yg dia curi lah tu buat sogok.ambil hikma nya aja mbk.semoga mereka suatu saat nanti di balas sm allah swt.amin.

@Delly Eliza Megumi Simbolon: Divisi Humas Polri masih bisa ditolongkah mrka pak? Berharap kedilan masih ada di indonesia ini...

@Anis Lamadok: dlm ceritanya diatas sikorban mmg sengaja ditindas atas kesalahannya yg memukul terdakwa dgn tujuan utk melindungi istri sikorban. tetapi sekarang klo ada yg mau utk menggugat masaalah ini banyak yg boleh di sumbat dlm lokap termasuk polisnya pembelanya yg ada pd makamah dan dokternya karena kesalahan"yg disengajakn,,,tpi apa masih ada org yg mau membela kebenaran saat ini tnpa balasan duit, ,,

@Tetty Siregar: Tuhan adil dan saya percaya jalan keluar dan keluhan keluarga korban dapat jalan keluar nya. Dan saya atas kronologis yg di ceritakan si korban saya meminta atas keadilan sesuai dengan undang undang yg berlaku dan tertera.       PREDIKSI SYDNEY

Melihat dari komentar netizen, rata-rata memberikan hastaq dan mencuitkan ke Humas Mabes Polri dan menyarankan agar melaporkan kasus ini ke Propam Polda Sumut.

Bahkan ada juga netizen yang meneruskannya ke Pengacara Hotman Paris Hutapea. Mereka meminta agar turut bantuan dari pengacara sang konglomerat tersebut.

Netizen merasa prihatin atas kasus ini, dan berharap keadilan didapatkan keluarga ini.

No comments:

Powered by Blogger.