jajanan yang diminta sang bocah, tapi menjadikan kesempatan itu untuk mencabulinya.


Ibarat kata pepatah, ‘Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi’. Begitu pula lebih kurang perilaku pria berinisial BM yang sudah lanjut usia ini. Meski sudah memasuki usia 61, BM ternyata tak kuat menahan birahi.

Seolah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, pria yang sudah dipanggil opung (kakek) ini diduga telah mencabuli seorang balita yang masih berusia 4 tahun.

Alhasil, dia pun terpaksa berurusan dengan polisi. BM diamankan personel Satuan Reserse Kriminal Polres Pematangsiantar dari kediamannya di kawasan Jalan Diponegoro, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (3/4/2019) kemarin.

Informasi yang diperoleh  BM diduga telah melakukan pencabulan terhadap bocah AS (4), yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Perbuatan itu dilakukan saat sang balita membeli jajanan ke warung tempat BM berjualan.

Entah setan dari mana yang merasukinya, BM bukan memberikan jajanan yang diminta sang bocah, tapi menjadikan kesempatan itu untuk mencabulinya.

“Waktu mau beli jajanan si korban, tersangka malah memasukkan jari telunjuk tangan kanannya ke celana dalam korban sampai menyentuh kemaluan korban,” kata Kasubag Humas Polres Siantar, Iptu Resbon Gultom, Kamis (4/4/2019).

Rupanya sang bocah kesakitan dan langsung berlari pulang. Bocah itu pun mengadu kepada salah seorang keluarganya berinisial SA. Mendengar pengakuan bocah tersebut,SA pun langsun melaporkan perbuatan BM ke Polres Pematangsiantar.

“Pelaku kita amankan seta adanya laporan dari korban dan keluarganya ke Polres Siantar,” jelas Resbon.

Akibat perbuatannya, BM diduga telah melanggar pasal 82 UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan PERPU No 1 tahun 2016 Perubahan KLedua atas Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas,” pungkasnya.

No comments:

Powered by Blogger.