Ledakan Dahsyat di Medan Hancurkan 4 Ruko, 6 Orang Luka dan 2 Tewas, Begini Kata Kapolrestabes Medan

Masing-masing kedelapan korban merupakan penghuni rumah toko di Jalan Kruing No 3C dan 3D.

"Kita masih menyisir dari luar dan belakang gedung. Kalau dari depan cukup berbahaya karena tiang-tiang depan ini sudah cukup parah," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto

Ledakan keras terjadi dari salah satu rumah toko (Ruko) berlantai tiga di Jalan Kruing No 3D, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Sumatera Utara, Kamis (11/4/2019) malam.

Ledakan dahsyat tersebut diduga dari tabung gas.

Dua orang meninggal dunia akibat kejadian ini. Masing-masing atas nama Jafier (10)

1. Rahma Efendi, 43 th, Pemilik Sate Kerang Rahma , Alamat Toko Sate Kerang Rahmad Jalan Kruing No.3D.

Rahma mengalami luka bakar pada seluruh bagian tubuh Korban.

Saat ini masih dalam penangan Pihak Rumah Sakit Royal Prima

2. Ibu Nurmala Dewi Istri Dari Rahmad Efendi 37 th, Alamat Toko Sate Kerang Rahmad Jalan Kruing No.3D.

Nurmala mengalami luka bakar pada bagian tubuh korban.

Saat ini masih dalam penangan pihak medis RS Royal Prima.

3. Tria 24 Tahun, Perempuan.

4. Jafier, laki-laki 10 Thn ( Meninggal Dunia)


6. Forina wati, Jalan kruing No 3C (rawat jalan)



8. Natalia, Jalan Kruing No 3C (rawat jalan)

Masing-masing kedelapan korban merupakan penghuni rumah toko di Jalan Kruing No 3C dan 3D.

Empat ruko yang berdempetan berlantai tiga itu tampak rusak parah.

Bahkan, dua dari empat ruko yang terdampak dinding bangunan jebol, akibat ledakan yang diduga dari gas tersebut.

Sementara, dua bangunan yang berada di depan empat bangunan yang meledak itu juga terdampak.

Terlihat bagian seng dua bangunan itu, juga alami rusak yang sangat parah.

Informasi yang dihimpun, ledakan yang diduga gas berawal dari salah satu rumah yang tabung gasnya alami kebocoran.

Lurah Medan Sekip, Yuda P Setiawan mengatakan,  awal ledakan berawal dari rumah No 3D. Diduga ada gas bocor hingga menimbulkan ledakan.

"Dugaan awal ada ledakan besar dari rumah No 3D," kata Yuda di lokasi kejadian.

"Rumah yang awal sumber ledakan itu, sehari-harinya berjualan. Namanya Sate Kerang Rahmat," sambungnya.

Yuda menjelaskan akibat peristiwa ledakan ini, beberapa orang yang berada dirumah alami luka bakar hingga 90 persen.

"Korban 6 orang dewasa dan 2 anak-anak. Katanya ada dua anak yang meninggal dunia," ungkap Yuda.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab empat bangunan berlantai tiga yang terjadi ledakan tersebut.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab empat bangunan berlantai tiga yang terjadi ledakan tersebut.

Dari hasil pengecekan dengan menggunakan alat detektor dari rekan-rekan PGN yang mengetahui bidang gas, alat detektor ini menunjukkan di lingkungan sekitar sini masih ada gas.

Manager PGN Area Medan, Saeful Hadi membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menggunakan alat detektor.

"Jadi saya kebetulan sudah di lapangan. Dari pemeriksaan saya, fasilitas gas kami aman," kata Saeful, Kamis (11/4/2019).

"Mereka juga menggunakan LPG 3 kg dan 12 kg. Sepertinya ini penyebabnya dan tapi kita masih tunggu hasil penyelidikan polisi dulu," bebernya.

Lebih lanjut, Saeful meminta agar para pihak dapat bersabar.

"Karena tim dari PGN sudah pada di lapangan dan saat ini mereka sedang melakukan investigasi."

Kapolrestabes Turun ke Lokasi

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto yang mendengar peristiwa ini langsung turun ke lokasi, untuk melihat kondisi yang terjadi.

"Jadi, korban yang delapan orang dewasa sudah dibawa ke rumah sakit Royal Prima dan Advent."

"Sedangkan yang anak-anak berumur 10 dan 2 tahun dibawa ke rumah Sakit Royal Prima Medan," kata Dadang di lokasi kejadian.

Dadang menjelaskan, sampai saat ini pihaknya bekerjasama dengan Labfor Polri Cabang Medan, Brimob, Basarnas dan Pemadam Kebakaran apakah masih ada korban lain di lokasi.

"Memang penyebab utama ledakannya nanti kita tunggu hasil dari Tim Labfor."

"Tapi dari detektor yang digunakan itu menunjukkan bahwa di lingkungan sekitar sini masih ada gas," ungkap Dadang.

Masih kata Dadang, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekat ke TKP, karena lingkungan sini masih ada Gas yang berbahaya bila ada dipicu panas ini akan dapat memicu kebakaran.

Sekali lagi, ia  menegaskan untuk hasilnya pihaknya masih menunggu hasil tim Labfor.

"Untuk asal api dari toko mana juga belum bisa diketahui karena petugas belum bisa masuk ke dalam," katanya.

"Kita masih menyisir dari luar dan belakang gedung. Kalau dari depan cukup berbahaya karena tiang-tiang depan ini sudah cukup parah," ujar Dadang.

No comments:

Powered by Blogger.