Bencana Banjir Warnai Awal Puasa Ramadan 2019, dari Gresik hingga Bogor


Awal puasa Ramadhan mulai berlangsung pada Senin (6/5/2019) hari ini.

Di awal puasa Ramadan, bencana banjir melanda sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Gresik hingga Bogor.

Sejumlah fakta cerita juga terkuak dari masyarakat


Seperti halnya yang terjadi pada warga Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik saat menjalankan ibadah salat tarawih pertamanya di tengah kepungan banjir.

mereka melaksanakan salat di lantai dua dalam gelap karena listrik PLN padam.

Penerangan yang dipakai pun seadanya.

Sejak pukul 18.45 WIB, warga berbondong-bondong berangkat ke masjid untuk menunaikan salat tarawih.

Mereka berjalan kaki dari rumahnya meski harus menerjang genangan air.

Tampak ibu-ibu juga membawa kresek berisi mukena dan sajadah mengingat ketinggian air mencapai satu meter.

Dia menggendong putrinya sambil berjalan kaki menuju masjid Jami' Daarus Solihin.

"Ini pertama kali, kalau tahun kemarin banjir tapi sebelum puasa ini yang paling parah. Tetap khusyuk semoga air segera surut," ujarnya usai salat.

Masjid Jami' Daarus Solihin berada 600 meter dari jalan raya. Sepanjang jalan terendam air setinggi paha orang dewasa.

Terpisah, Kasiyadi (48) mengatakan, warga antusias mendatangi masjid saat banjir untuk melaksanakan salat tarawih pertama.

Mereka melaksanakan salat tarawih di lantai dua masjid mengingat lantai satu tidak bisa digunakan akibat terendam banjir.

Mereka berjalan kaki tanpa menaiki perahu saat pulang dari masjid.

Menurutnya, ini merupakan banjir terparah yang pernah dialami.

"Tahun2004 , 2011 banjir tapi tidak separah ini. Mudah-mudahan dengan kondisi seperti ini pemerintah memberikan bantuan peninggian lantai masjid, butuh bantuan agar tidak banjir lagi seperti ini," ujarnya.

Banjir dengan ketinggian hampir satu meter terjadi akibat meluapnya kali Bekasi.

Kali Bekasi meluap sebagai dampak tingginya debit air tinggi dari Bogor.

Selain merendam rumah, banjir juga merendam jalan sehingga mengganggu aktivitas warga.

Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat aman dan beberapa lainnya masih bertahan di rumah masing-masing untuk menjaga mengamankan harta benda mereka.

2. Banjir Bogor

Sejumlah perumahan di Desa Bojongkulur, Kecamatan Bogor, dilanda banjir pasca meluapnya sungai Cileungsi, Senin (6/5/2019) dinihari.

"Akibat Sungai Cileungsi meluap, banjir melanda Perum Vila Nusa Indah 1 dan 2. Ketinggian banjir 30 - 100 cm," kata Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C),

Ia menjelaskan bahwa pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS CC) juga sempat mengirim perahu karet untuk membantu korban banjir.

Banjir tadi malam, kata dia juga sempat melanda sejumlah wilayah di Bekasi.

Sampai pagi ini, kata dia, banjir belum seluruhnya surut.

"Alhamdulillah semua wilayah banjirnya sudah surut kecuali saudara kita yang di Teluk Pucung Kota Bekasi, semoga segera surut," ungkapnya.

3. Banjir Gresik

Warga Dusun Beluk Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur masih menjadi korban bencana banjir hingga Senin pagi ini.

warga Dusun Beluk tak bisa melaksanakan sejumlah aktivitas yang biasanya mereka lakukan untuk menyambut datangnya bulan ramadhan.

Hal itu terjadi akibat banjir yang melanda wilayah perkampungan mereka sejak Rabu (1/5/2019) pagi, wilayah Dusun Beluk Kabupaten Jombang dilanda banjir.

Ketinggian air dari banjir di perkampungan ini antara 30 - 80 sentimeter.

Sudah hampir sepekan, banjir menggenangi wilayah perkampungan yang dihuni 300 kepala keluarga (KK) tersebut.

Namun, tanda-tanda banjir akan segera surut, masih belum nampak. Hingga datangnya malam pertama bulan Ramadhan, banjir masih menggenangi wilayah Dusun Beluk.

banjir akibat luapan Kali Lamong yang telah merendam lima kecamatan di Gresik menelan korban jiwa.

Total empat nyawa melayang akibat banjir yang terjadi selama enam hari.

"Total ada empat korban jiwa," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Tarso Sagito, Minggu (6/5/2019)

No comments:

Powered by Blogger.